MOTIF BERPRESTASI PADA PROGRAM PENJURUSAN SMA

Posted: February 16, 2009 in MASHUDI

Mereka yang memiliki motivasi prestasi rendah cenderung tidak memiliki cita-cita yang tinggi. Orang yang demikian biasanya belum (tidak) mempunyai cita-cita karier yang pasti. Ia sering tidak bersikap simpati dan sering memandang segala sesuatu dari sisi negative dengan menggampangkan masalah. Ia tidak dapat menyelesaikan persoalan dengan baik apabila mengambil keputusan. Ia lebih memberatkan factor perasaan daripada factor logika. Ia juga kurang mampu menghargai kemampuan dari hasil karya sendiri (Drs.Sri Habsari,2005).

<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-language:EN-US;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Penjurusan merupakan salah satu proses penempatan atau penya­luran dalam pemilihan program pengajaran para siswa SMA. Dalam penjurusan ini, siswa diberi kesempatan memilih jurusan yang paling cocok dengan karakteristik dirinya. Ketepatan memilih jurusan dapat menentukan keberhasilan belajar siswa. Sebaliknya, kesempatan yang sangat baik bagi siswa akan hilang karena kekurangtepatan menentukan jurusan.

Dalam kegiatan belajar, motif berprestasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Dalam kegiatan belajar, motif berprestasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar.

Kemampuan hanya sebagian dari syarat dapat berhasil. Yang lebih penting ialah minat. Pokoknya, setiap anak yang inteligensinya cukup tinggi dapat berhasil pada setiap jurusan, akan tetapi akan berhasil pada jurusan yang diminati.

Kriteria pemilihan program jurusan didasarkan pada Taksonomi Bloom tentang tujuan-tujuan perilaku ( Bloom,1965 ), yang meliputi tiga domain, yaitu domain kognetif, domain afektif, dan domain psikomotorik.

Gagne mengemukakan lima macam hasil belajar, tiga di antaranya bersifat kognetif, satu bersifat afektif, dan satu lagi bersifat psikomotorik.

Berkaitan dengan teori pembelajaran, maka faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah motif berprestasi, minat dan hasil belajar siswa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s